Erling Haaland Menggila, Bawa City Ke 8 Besar UCL dan Catatkan Rekor

 

Erling Haaland selebrasi gol kelimanya, (Twitter @ManCity).

Rabu, 15 Maret 2023 dini hari WIB, berlangsung pertandingan leg ke 2 babak 16 besar UCL antara Manchester City melawan Red Bull Leipzig. Pertemuan kedua klub ini berlangsung di Stadion Etihad, Manchester. Berikut ini susunan pemain dari kedua kubu:

Susunan Pemain Manchester City

Ederson, Nathan Ake, Stones (Sergio Gomez 64'), Ruben Dias, Akanji, Guendogan (Mahrez 55'), De Bruyne, Bernado Silva, Grealish (Foden 55'), Rodri (Phillips 64'), Haaland (Julian Alvarez 63')

Susunan Pemain RB Leipzig

Blaswich, Willi Orban, Ben Heinrichs, Raum, Gvardiol, Forsberg (Andre Silva 63'), Kevin Kampl, Konrad Laimer, Haidara (Simakan 63'), Szoboszlai, Werner (Poulsen 63').

Manchester City berhasil menghancurkan Red Bull Leipzig dengan skor telak 7-0. Hasil ini mengantarkan tim asuhan Pep Guardiola ke 8 besar Liga Champions secara meyakinkan. Haaland menyarangkan 5 gol, Guendogan dan De Bruyne masing-masing 1 gol dalam pesta gol Man City ke gawang yang dijaga Blaswich.

The Citizens gaspol dari menit pertama sehingga unggul tiga gol atas Leipzig melalui hat-trick Haaland di akhir babak pertama. Kegilaan tim tuan rumah semakin terlihat setelah cetak 4 gol tambahan di paruh kedua melalui Ilkay Guendogan, dwigol Haaland, dan Kevin de Bruyne.

Si Tetangga Berisik berhak lolos ke babak selanjutnya setelah unggul agregat 8-1 dari Red Bull Leipzig. Klub milik Sheikh Mansour itu berhak lolos ke quarter final dan jadi catatan enam kalinya beruntun.

Paruh Pertama Pertandingan

Manchester City mengambil inisiatif serangan sejak awal. Pada menit ketiga, Guendogan membuang peluang emas karena tendangannya dari posisi bebas hanya melambung di atas mistar Blaswich. 15 menit berjalan, Leipzig memberi ancaman melalui serangan Szoboslai dan Raum yang bisa dicegah Ederson.

Serangan Si Biru terus berlanjut, kolaborasi Jack Grealish dengan Nathan Ake di sayap kiri diakhiri dengan umpan tarik kepada Kevin de Bruyne. Sayangnya umpan yang diberikan lagi kepada Grealish gagal dikonversi jadi gol.

Benjamin Heinrichs dinyatakan handball setelah wasit memeriksa insiden kemelut di depan gawang Leipzig melalui monitor di sisi lapangan. Haaland mengeksekusi penalti dengan tendangan kaki kiri mendatar yang tak mampu dibendung Janis Blaswich. City memimpin 1-0 atas Leipzig di menit ke-22.

Dua menit kemudian, City memperbesar keunggulannya menjadi 2-0. Tendangan panjang Blaswich direbut pemain City. One-two touch Haaland dengan Kevin de Bruyne diakhiri dengan sepakan keras dari luar kotak menghantam mistar gawang Leipzig. Pantulan bola disundul oleh Haaland hingga berbuah gol.

Erling Haaland nyaris menciptakan hat-trick pada menit ke-31. Daemon melepaskan tembakan setelah menambut crossing  dari sisi kanan. Namun,  save gemilang Blaswich di tiang dekat  menggagalkan peluangnya.

Akhirnya Haaland membawa City unggul tiga gol sebelum turun minum. Berawal dari sepak pojok, sundulan dari pemain City ke tiang jauh mengecoh Blaswich dan lagi-lagi Haaland mengkonversi bola rebound jadi gol. Kemelut dimanfaatkan  Manchester City, kedudukan menjadi 3-0.

Paruh Kedua Pertandingan

Keunggulan 3 gol di paruh pertama tak membuat intensitas serangan Manchester City mengendur. Pada menit ke 49, Ilkay Guendogan menyambut umpan tarik Jack Grealish dan mencatatkan namanya di papan skor sekaligus mengubah kedudukan menjadi 4-0.

Kemelut kembali terjadi, berawal dari sepak pojok Blaswich menepis bola tandukan Haaland ke arah kerumunan. Parahnya bola berakhir di kaki Haaland, tanpa ampun shooting kaki kiri dilepaskannya dari jarak dekat membuat skor kembali berubah. Kedudukan jadi 5-0 pada menit ke-53.

Berselang empat menit gawang Red Bull Leipzig kembali jebol. Aksi Riyad Mahrez dari sayap kanan merepotkan Blaswisch, Haaland mencecar bola rebound dari tepisan kiper dengan sepakan akurat. Koleksi gol Haaland menjadi 5, membuat keunggulan Man City menjadi 6-0 di menit 57.

Pergantian pemain pun dilakukan City, Guardiola menggantikan Haaland dengan Julian Alvarez (62’), Rodri dengan Kelvin Phillips dan Jhon Stones dengan Sergio Gomes (64’). Sebelum itu City sudah melakukan pergantian, Guendogan digantikan Mahrez dan Grealish digantikan Phill Foden (55’).

Manajer Red Bull Leipzig, Marco Rose juga melakukan pergantian pemain pada menit ke-63. Andre Silva menggantikan Emil Forsberg, Simakan menggeser Haidara ke bangku cadangan, dan Yussuf Poulsen istirahatkan Timo Werner.

Setelah substitusi tensi pertandingan turun drastis. The Red Bulls menggencarkan serangan, namun kendali permainan tetap dipegang oleh The Sky Blues. Dominasi Manchester City dilengkapi oleh gol Sang Kapten Kevin De Bruyne pada menit 90+2.

Tambahan satu gol ini menjadi penutup sesi pembantaian City atas Leipzig.  Penampilan gemilang Erling Haaland dan cemerlangnya aksi De Bruyne sampai injury time menyudahi pertandingan dalam kedudukan 7-0. Kemenangan yang sangat berharga untuk Manchester City.

Erling Haaland Catatkan Rekor

Ada baberapa rekor yang dicatatkan oleh Erling Haaland dalam karir sepakbolanya. Dilansir dari The Sun, salah satunya adalah “Pemain Norwegia itu mencetak 5 gol hanya dalam 35 menit untuk mencatatkan rekor musimnya yang luar biasa menjadi 39 gol dalam 35 pertandingan.”

Tercatat rekor lainnya seperti menoreh gol yang mengesankan di Liga Champions dan menjadi pencetak 30 gol tercepat di kompetisi tersebut. Haaland memecahkan rekor 34 pertandingan Ruud van Nistelrooy, dia hanya membutuhkan 25 pertandingan untuk menyamai jumlah golnya.

Daemon (julukan Erling Haaland) juga merupakan pemain termuda dalam sejarah Liga Champions yang mencapai tonggak 30 gol, mengalahkan Kylian Mbappe dalam 116 hari. Dia tak cukup dengan jumlah itu dan menambah jumlah golnya menjadi 33.

Haaland menjadi pemain ketiga dalam sejarah UCL yang mencetak lima gol dalam satu pertandingan setelah Lionel Messi pada 2012 dan Luiz Adriano pada 2014. Catatan ini menyusul lima hattrick yang dia bukukan musim ini di EPL sejak Harry Kane pada 2016-17.

Apakah Haalinator (julukan yang diberikan oleh fans) akan terus meningkatkan performanya? Mungkinkah dia mencatat rekor lebih banyak lagi? Apapun bisa terjadi, tapi Erling Haaland tetap manusia.

 

Sumber:

The Sun

Tags:

Erling Haaland | Man City | UCL | Rekor Haaland

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penantian 33 Tahun, Napoli Raih Gelar Juara Serie A Musim Ini. “Underdog yang Membalas Dendam”