Penantian 33 Tahun, Napoli Raih Gelar Juara Serie A Musim Ini. “Underdog yang Membalas Dendam”
Napoli terakhir kali memenangkan Liga Italia tahun 1990, Diego Armando Maradona menjadi bintang lapangan kala itu. Nama megabintang asal Argentina itu sangat merekat di Kota yang berada di Selatan Italia itu. Maradona menjadi legenda sampai akhirnya dijadikan nama Stadion markas Napoli.
Penentuan gelar juara didapatkan saat Napoli bertandang ke Dacia Arena, markas Udinese, Jumat, 5 Mei 2023 dinihari WIB. Udinese sempat beri kejutan melalui gol Sandi Lovric pada menit ke-13, namun Osimhen mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-52.
Tim asuhan Luciano Spalletti mampu mempertaahankan kedudukan 1-1 sampai peluit akhir. 1 poin tambahan ini berhasil mengunci gelar Serie A 2022/2023 walaupun masih menyisakan 5 laga. 80 poin yang dikumpulkan Napoli tak akan teerkejar oleh pesaing teerdekatnya Lazio yang punya 64 poin.
Berdasarkan kutipan dari BBC, pelatih Napoli, Luciano Spalletti mengatakan, “Orang-orang melihat momen ini saat kesulitan, mereka berhak merayakan kemenangan ini.” Fans Napoli terutama di Kota Naples berada dalam kondisi yang berbeda dengan para pendukung klub sepakbola di Italia bagian utara.
Terkait keberhasilan Spalletti memberi gelar Scudetto kepada Napoli, “Kamu akan merasa lebih santai, mengetahui bahwa kamu telah memberi mereka (fans Napoli) momen kebahagiaan ini,” tambahnya.
Gelar Scudetto yang diraih Napoli bisa disebut balas dendam dari underdog. Kemenangan ini lebih dari sekadar sepak bola. Osimhen dan para pemain lain mampu menghapus simbol ketidaksetaraan antara Italia utara yang kaya dan selatan yang miskin.
"Kaum muda Neapolitan sering dipaksa pindah ke Italia utara untuk mencari pekerjaan dan kehidupan yang lebih baik," kata jurnalis Napoli Today, Franco Romano.
"Dan bagi mereka, memenangkan liga adalah bentuk balas dendam sosial terhadap negara adidaya di utara."
"Menjuarai liga di mana pun di selatan Roma seperti memenangkan 10 trofi di Milan atau Turin," kata penggemar lainnya, Enrico.
Neapolitans masih menanggung ejekan dari saingan utara mereka tentang kejahatan, kemiskinan, dan bahkan wabah kolera. "Jika Anda lahir di Naples, sepak bola adalah bagian dari darah anda," kata Gaetano, yang mengenakan perlengkapan sepak bola dari ujung kepala sampai ujung kaki.
Salah satu dari ribuan warga Neapolitan yang pindah ke Milan untuk mencari pekerjaan, dia bela-belain pergi ke Naples bersama seluruh keluarganya untuk perayaan gelar juara. Dia ingin berbagi hasratnya terhadap sepak bola dengan mereka.
Tanpa mengerdilkan peran pemain lainnya, nama Alex Meret, Kim Min Jae, Zambo Anguissa, Khvicha Kvaratskhelia, Hirving Lozano dan Victor Osimhen patut diberi apresiasi. Performa keenam pemain ini menjamin stabilitas dari pekan pertama Serie A.
Bukan tidak mungkin jika para pemain ini akan dibidik oleh klub-klub besar Eropa di bursa transfer musim panas nanti. Para fans pasti banyak yang berharap Osimhen dan Kvaratskhelia bergabung ke klub kebanggaannya. Olenasia gimana nih, Osimhen mending pindah ke Inggris, Spanyol atau ke Liga Wakanda aja?
Sumber: BBC
Tags: Napoli | Scudetto | Serie A | Luciano Spalletti | Osimhen

Komentar
Posting Komentar